25 Februari 2025 – Danantara resmi di luncurkan Presiden: Tonggak Baru Dalam Tranformasi Investasi Strategis Negara. Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Senin, 24 Februari 2025, di Istana Kepresidenan Jakarta. Acara peresmian ini turut dihadiri oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 Joko Widodo, yang bersama-sama menekan tombol simbolis peluncuran Danantara.
Apa itu Danantara?
Danantara yang berasal dari Daya yang bearti energi atau kekuatan, Anagata berarti masa depan, dan Nusantara merujuk pada arti tanah air Indonesia. Jadi danantara adalah kekuatan ekonomi, dana investasi, yang merupakan energi kekuatan masa depan Indonesia.
Pembentukan Danantara didasarkan pada perubahan ketiga Undang-Undang No.19 Tahun 2023 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang mencakup pengaturan tugas serta fungsi Danantara sebagai Badan Pengelola Investasi.
Pembentukan Danantara diperkuat oleh Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 142/P Tahun 2024, dimana Muliaman Darmansyah Hadad sebagai Kepala Danantara dan Kaharuddin Djenod Daeng Manyambeang sebagai Wakil Kepala.
Danantara, sebagai sovereign wealth fund Indonesia, dirancang untuk mengelola aset senilai lebih dari 900 miliar dolar AS dengan modal awal sebesar 20 miliar dolar AS. Fokus investasi Danantara mencakup sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan, manufaktur canggih, infrastruktur, kecerdasan buatan, dan produksi pangan. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memodernisasi perekonomian dan mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya kolaborasi global dan kesiapan Indonesia untuk menerima investasi. “Melalui Danantara, kami mengirim pesan kepada dunia bahwa Indonesia siap berkolaborasi… Indonesia terbuka untuk bisnis, investasi, dan kemakmuran bersama,” ujarnya.
Struktur Organisasi Danantara
Struktur organisasi Danantara terdiri dari dua unit utama, yaitu perusahaan induk dan unit investasi. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani ditunjuk sebagai CEO, Waki Menteri BUMN Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer (COO), Pandu Sjahrir sebagai (CIO) memimpin unit investasi. Menteri BUMN Erick Thohir seagai Ketua Dewan Pengawas, dan Muliaman Hadad sebagai Wakil.
Danantara akan mengawasi berbagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) besar, termasuk Bank Mandiri dan Pertamina, dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan profitabilitas aset-aset tersebut.
Peluncuran Danantara Memicu Perdebatan
Namun, peluncuran Danantara juga memicu perdebatan. Beberapa pihak mengkhawatirkan potensi risiko pengelolaan aset publik yang besar dan menekankan pentingnya standar tata kelola internasional serta independensi dari kepentingan politik. Kritikus mengingatkan agar Danantara tidak mengalami nasib serupa dengan 1MDB di Malaysia, yang terjerat skandal korupsi.
Sebagai langkah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, Presiden Prabowo menyatakan bahwa Danantara dapat diaudit oleh siapa pun. Pemerintah berkomitmen untuk menjadikan Danantara sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, dengan pengelolaan aset negara yang profesional dan bebas dari konflik kepentingan.
Peluncuran Danantara menandai babak baru dalam pengelolaan kekayaan negara Indonesia, dengan harapan dapat mendorong pembangunan nasional melalui investasi strategis dan kolaborasi internasional.
Sumber berita: dari berbagai sumber portal berita online






More Stories
Bupati Karo & Dandim 0205/TK Resmi Launching Perdana SPPG, Perkuat Program Gizi Nasional di Tanah Karo
Eyang Meri Hoegeng Wafat di Usia Seabad
Perjuangan di 80 Tahun Indonesia Merdeka