22 Maret 2025 – Menag Soroti Kecelakaan Bus Jemaah Umrah di Mekah: Regulasi Transportasi Akan Dievaluasi. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar angkat bicara terkait kecelakaan tragis yang menimpa rombongan jemaah umrah asal Indonesia di Mekah, Arab Saudi. Kecelakaan bus yang terjadi di Wadi Qudeid pada Kamis (20/3/2025) tersebut mengakibatkan enam Warga Negara Indonesia (WNI) meninggal dunia, sementara 13 lainnya mengalami luka-luka.
Baca juga: Tragedi Kecelakaan Bus di Arab Saudi: Enam WNI Meninggal Dunia, Termasuk Anggota DPRD dan Remaja
Menag menegaskan bahwa evaluasi terhadap regulasi transportasi jemaah umrah dan haji akan dilakukan guna mencegah insiden serupa di masa depan.
Menurut Nasaruddin, dugaan awal menunjukkan bahwa kecelakaan ini disebabkan oleh sopir bus yang mengantuk. Namun, investigasi lebih lanjut masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti insiden ini.
“Iya, kemungkinan besar karena sopir yang mengantuk. Ini masih dugaan awal, nanti akan ada pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Nasaruddin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (22/3/2025).
Sebagai langkah antisipatif, Menag menegaskan pentingnya perbaikan sistem transportasi jemaah umrah dan haji, termasuk aturan mengenai pengemudi bus. Ia menyoroti larangan sopir tunggal yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan akibat kelelahan.
“Kita tidak boleh lagi membiarkan sopir bus bekerja sendirian tanpa cadangan. Ini sangat berbahaya, terutama mengingat perjalanan jauh dan kondisi jalan yang luas serta licin,” tegasnya.
Identitas Korban Meninggal
KJRI Jeddah telah mengonfirmasi identitas enam WNI yang menjadi korban jiwa dalam kecelakaan tersebut, yaitu:
- Sumarsih Djarudin (44 tahun)
- Audrya Malika Adam (16 tahun)
- Eny Soedarwati (49 tahun)
- Dian Novita (38 tahun)
- Areline Nawallya Adam (22 tahun)
- Dawam Mahmud (48 tahun)
Selain WNI, kecelakaan ini juga menewaskan tiga warga asing, yakni seorang kernet bus asal Pakistan dan dua penumpang mobil dari Bangladesh yang bertabrakan dengan bus tersebut.
Langkah Pemerintah dalam Menangani Korban
Pemerintah Indonesia melalui KJRI Jeddah telah berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang tepat. Para korban luka-luka kini tengah dirawat di dua rumah sakit setempat, sementara proses pemakaman bagi korban meninggal telah berlangsung sesuai prosedur di Arab Saudi.
Menag juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih layanan transportasi selama umrah dan berharap adanya peningkatan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang.
Kecelakaan ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam perjalanan ibadah umrah dan haji. Evaluasi terhadap regulasi transportasi diharapkan dapat meningkatkan keselamatan jemaah. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mengawasi dan meningkatkan perlindungan bagi warganya yang menjalankan ibadah di Tanah Suci.






More Stories
Bupati Karo & Dandim 0205/TK Resmi Launching Perdana SPPG, Perkuat Program Gizi Nasional di Tanah Karo
Eyang Meri Hoegeng Wafat di Usia Seabad
Perjuangan di 80 Tahun Indonesia Merdeka