07 April 2025 – Rupiah Terpuruk di Pasar Luar Negeri Tembus Rp17.000 per Dolar AS. Nilai tukar rupiah kembali melemah tajam di pasar luar negeri. Berdasarkan data dari Refinitiv, kurs rupiah di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) pada Minggu pagi (6/4/2025) tercatat menyentuh Rp17.059 per dolar AS, level terendah dalam sejarah.
Angka ini jauh lebih lemah dibandingkan dengan posisi Rp16.555/US$ pada penutupan perdagangan reguler Kamis (27/3/2025) lalu. Dengan selisih hampir Rp500, ini menandakan potensi tekanan besar yang akan dialami rupiah di awal pekan depan setelah libur Lebaran.
Pergerakan Rupiah

💬 “Pasar NDF memang tidak tersedia di dalam negeri, tapi psikologinya kerap memengaruhi pasar spot. Maka pergerakan ini patut dicermati pelaku pasar,” ujar analis pasar valas dari Jakarta Global Investama.
Melemahnya rupiah tak lepas dari efek domino kebijakan tarif Presiden AS, Donald Trump, yang kembali mengguncang ekonomi global. Kali ini, Indonesia menjadi korban terbaru dengan rencana tarif timbal balik hingga 32%, sebagai respons atas defisit dagang AS terhadap Indonesia.
Baca juga: Ini Alasannya Trump Naikkan Tarif Impor Indonesia Jadi 32%
🔥 “Tarif ini membuat produk Indonesia jadi lebih mahal di pasar AS, memicu penurunan ekspor dan berdampak pada suplai dolar yang makin menipis,” jelas ekonom senior, Dr. Arman P. dari Universitas Indonesia.
Kurs Rupiah NDF (Rp/US$)
| PERIODE | KURS |
| 1 Pekan | 17.059 |
| 1 Bulan | 17.020 |
| 2 Bulan | 17.047 |
| 3 Bulan | 17.073 |
| 6 Bulan | 17.157 |
| 9 Bulan | 17.245 |
| 1 Tahun | 17.338 |
| 2 Tahun | 17.783 |
“6 April 2025 pukul 08.10. Source: Refinitiv Get the data Created with Datawrapper. Sumber: CNBC Indonesia
Kondisi ini diperparah oleh langkah balasan China yang juga menerapkan tarif tambahan kepada produk-produk AS, memperuncing tensi dagang dunia.
BI Pastikan Stabilitas Lewat Triple Intervention
Bank Indonesia (BI) merespons cepat kondisi ini. Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa BI akan tetap menjaga stabilitas rupiah melalui skema triple intervention, yaitu:
- Intervensi pasar valas di transaksi spot,
- Intervensi DNDF (Domestic NDF),
- Intervensi Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
“BI memastikan ketersediaan likuiditas valas tetap aman, dan pasar keuangan dalam kondisi stabil di tengah gejolak global ini,” ujar Ramdan.
Apa Itu NDF dan Mengapa Penting?
Non-Deliverable Forward (NDF) adalah instrumen perdagangan mata uang asing yang digunakan di luar negeri, seperti di Singapura, Hong Kong, dan London, untuk memperkirakan arah nilai tukar. Meski tak tersedia di Indonesia, NDF sering menjadi indikator penting bagi investor global terhadap kekuatan ekonomi suatu negara. Kondisi ini menambah kekhawatiran terhadap potensi gejolak ekonomi yang lebih luas. Jika tekanan terhadap rupiah terus berlanjut, dikhawatirkan akan mendorong inflasi impor dan memperberat beban dunia usaha dalam negeri, terutama sektor yang tergantung bahan baku dari luar negeri.






More Stories
MES Garut Literasi Ekonomi Syariah: Fokus UMKM hingga Kampus di Tahun Kedua
TRIPLE$IX AVIATION: Layanan Sewa Helikopter Blackhawk Model Lima untuk Berbagai Misi Khusus
Strategi Pemerintah Dorong Ekspor UMKM ke Pasar Global