April 7, 2026

Waspada Resesi! Ini 4 Jurus Keuangan Tetap Aman dan Gak Jatuh Miskin

Waspada Resesi! Ini 4 Jurus Keuangan Tetap Aman dan Gak Jatuh Miskin

Sumber: Freepik

07 April 2025Waspada Resesi! Ini 4 Jurus Keuangan Tetap Aman dan Gak Jatuh Miskin. Ancaman resesi ekonomi kembali menghantui dunia, termasuk Indonesia. Salah satu pemicunya adalah kebijakan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menaikkan tarif impor sebesar 32%. Dampak kebijakan ini tidak hanya terasa di sektor makro ekonomi, tapi juga mulai menggerus daya beli masyarakat.

Baca juga: Rupiah Terpuruk di Pasar Luar Negeri Tembus Rp17.000 per Dolar AS

Agar tidak terjebak dalam krisis finansial pribadi, Perencana Keuangan Himawan Adhi lewat berita online CNBC Indonesia membagikan empat strategi penting yang wajib dilakukan untuk menjaga kestabilan finansial di tengah ketidakpastian ekonomi. Berikut tipsnya.

4 Jurus Keuangan Tetap Aman

1. Siapkan Dana Darurat, Sekarang Juga!

Himawan menekankan pentingnya memiliki dana darurat sebagai benteng pertahanan pertama saat menghadapi resesi. Idealnya, dana darurat mencakup kebutuhan hidup selama 6 hingga 24 bulan. Misalnya, jika pengeluaran bulanan Rp5 juta, maka dana darurat yang disiapkan berkisar antara Rp30 juta hingga Rp120 juta.

“Usahakan dana ini disimpan di rekening yang mudah diakses, tapi jangan tergoda untuk digunakan kecuali dalam kondisi darurat,” ujar Himawan.

2. Miliki Dana Likuiditas Sebesar 15% dari Kekayaan Bersih

Selain dana darurat, dana likuiditas juga penting disiapkan. Himawan menyarankan alokasi sebesar 15% dari total kekayaan bersih. Dana ini bisa menjadi penolong tambahan saat krisis atau bahkan membuka peluang investasi yang menguntungkan.

“Peluang tidak datang dua kali. Dengan dana likuiditas, kita bisa langsung mengambil kesempatan tanpa harus mengganggu kebutuhan sehari-hari,” jelasnya.

3. Diversifikasi Kekayaan, Jangan Taruh Telur di Satu Keranjang

Himawan mengingatkan pentingnya menyebar aset agar risiko kerugian dapat ditekan. Misalnya, jika punya dana Rp20 juta, bisa dibagi dalam bentuk logam mulia (40%), dolar AS (30%), rupiah (15%), dan sisanya uang tunai.

Bagi pemilik dana besar seperti Rp10 miliar, komposisinya bisa dialihkan ke properti (40%), investasi (25%), logam mulia (20%), dan uang tunai (15%).

4. Lunasi Utang dan Siapkan Asuransi

Langkah selanjutnya adalah melunasi utang secepat mungkin, terutama Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal ini penting karena suku bunga diprediksi akan terus naik seiring pengetatan kebijakan moneter.

Selain itu, asuransi juga perlu dipersiapkan untuk melindungi finansial dari risiko kesehatan. “Kalau sakit dan stres karena kehilangan penghasilan, asuransi bisa jadi penyelamat tanpa harus menguras tabungan,” tambah Himawan.

Resesi memang tidak bisa dihindari, tapi kamu bisa mempersiapkan diri agar tetap aman secara finansial. Dengan empat langkah di atas, dana darurat, dana likuiditas, diversifikasi aset, serta pelunasan utang dan asuransi, kamu bisa lebih tenang menghadapi badai ekonomi.