April 11, 2026

BMW Terbang dari Ujung Tol Gresik: Salah Arah Google Maps

BMW Terbang dari Ujung Tol Gresik: Salah Arah Google Maps

09 April 2025 –  BMW Terbang dari Ujung Tol Gresik: Salah Arah Google Maps. Insiden mengejutkan terjadi pada Sabtu malam (5/4/2025) ketika sebuah mobil BMW bernomor polisi P 805 INI terbang dari ujung Tol Krian-Gresik yang belum tersambung dan jatuh ke Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo, Kebomas, Gresik. Mobil sedan berwarna hitam itu terjun bebas dari ketinggian sekitar lima meter dan menabrak pembatas jalan setelah melaju lurus dari jalan tol yang belum difungsikan.

Dua penumpang di dalam mobil, sang sopir, Moch Rudie Herru Komandono (62) warga Benowo, Surabaya, dan penumpangnya, Endang Sri Wahyuni (48) warga Babatan Mukti, Wiyung, mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke RSUD Ibnu Sina Gresik.

Peristiwa tersebut terekam jelas oleh CCTV milik Dinas Perhubungan Gresik. Dalam rekaman, tampak mobil meluncur kencang di jalan tol yang belum selesai, kemudian melayang di udara sebelum menghantam jalan aspal di bawahnya.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik, Ipda Aswoko, membenarkan kejadian ini dan menyebut bahwa sopir mengaku mengikuti arahan dari Google Maps yang keliru mengarahkan mobil ke ruas Tol KLBM (Krian-Legundi-Bunder-Manyar) yang belum tersambung.

“Pengemudi terlalu fokus mengikuti Google Maps dan masuk ke jalur tol yang sebenarnya belum bisa dilalui. Dia menerobos celah di antara barrier beton di ujung jalan tol,” ujar Aswoko, Senin (7/4).

Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Rizki Julianda, menambahkan bahwa celah tersebut cukup untuk dilewati satu kendaraan, sehingga meski ada penghalang, pengemudi tetap bisa masuk.

Namun, berdasarkan penelusuran detikJatim, jalur tersebut sebenarnya tidak direkomendasikan oleh Google Maps. Saat menuju Manyar dari arah Cerme, peta digital justru mengarahkan pengendara untuk keluar melalui Tol Bunder, bukan melanjutkan ke jalur tol yang belum tersambung itu.

Pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pengelola jalan tol untuk menutup total celah di barrier agar kejadian serupa tidak terulang. “Kami sudah meminta agar pengelola segera menutup akses tersebut dengan barrier beton permanen,” tegas Aswoko.

Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi para pengemudi untuk tidak sepenuhnya bergantung pada navigasi digital dan tetap memperhatikan rambu serta kondisi jalan di lapangan.