April 12, 2026

Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Minta Dimakamkan di Luar Vatikan

Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Minta Dimakamkan di Luar Vatikan

21 April 2025 Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun, Minta Dimakamkan di Luar Vatikan.

Kabar duka menyelimuti dunia Katolik. Pemimpin tertinggi Gereja Katolik dan Kepala Negara Vatikan, Paus Fransiskus, wafat pada Senin pagi (21/4/2025) waktu Vatikan, di usia 88 tahun. Kabar ini disampaikan langsung oleh Kardinal Kevin Farrell melalui siaran resmi Vatican TV.

“Saudara-saudari terkasih, dengan kesedihan mendalam saya harus mengumumkan meninggalnya Bapa Suci kita Paus Fransiskus. Pada pukul 07.35 pagi ini, Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa,” ujar Kardinal Farrell dengan suara penuh haru.

Paus Fransiskus sempat dirawat intensif di Rumah Sakit Agostino Gemelli sejak 14 Februari lalu karena pneumonia ganda. Setelah menjalani perawatan selama 38 hari, beliau kembali ke kediamannya di Casa Santa Marta pada 23 Maret untuk melanjutkan pemulihan, namun kondisinya kembali memburuk hingga akhirnya wafat.

Dalam pernyataan resminya, Farrell menyampaikan bahwa selama hidupnya, Paus Fransiskus dikenal sebagai sosok rendah hati yang setia pada nilai-nilai Injil. Ia aktif menyuarakan keadilan sosial dan keberpihakan kepada kaum miskin dan tertindas.

Minta di Makamkan di Luar Vatikan

Yang mengejutkan, Paus Fransiskus meninggalkan wasiat yang tak biasa. Ia meminta agar dimakamkan di luar kompleks Vatikan, tepatnya di Basilika Santa Maria Maggiore di Roma, gereja yang sering ia kunjungi untuk berdoa sebelum dan setelah kunjungan ke luar negeri. Ini menjadikannya Paus pertama dalam lebih dari 100 tahun terakhir yang dimakamkan di luar Vatikan.

Paus juga meminta agar prosesi pemakamannya dilakukan secara sederhana tanpa kemegahan, cukup dengan peti mati kayu biasa, berbeda dari tradisi tiga peti berlapis yang lazim digunakan sebelumnya.

Meski demikian, umat Katolik tetap diberi kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir. Jenazah Paus akan disemayamkan dalam kondisi terbuka agar publik bisa melihat dan mengenang beliau.

Sehari sebelum wafat, Paus Fransiskus masih sempat tampil di hadapan ribuan umat dalam misa Paskah. Dalam pesannya, ia menyerukan pentingnya kebebasan berpikir dan beragama serta mengecam meningkatnya anti-Semitisme. Ia juga menyebut konflik di Gaza sebagai tragedi kemanusiaan yang memprihatinkan.

Kepergian Paus Fransiskus menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi umat Katolik, tetapi juga bagi dunia yang pernah merasakan kehangatan pesan damai dan kemanusiaannya.