27 April 2025 – Neta Dealer Kelapa Gading Tutup Permanen . Neta Auto Indonesia menutup dealer pertama di Kelapa Gading sebagai bagian dari penyesuaian operasional. Berikut kronologi, dampak, dan komitmen Neta terhadap layanan pelanggan.
Perusahaan mobil listrik Neta Auto Indonesia mengumumkan penutupan permanen dealer pertamanya di Indonesia. Dealer yang berlokasi di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, ini sebelumnya diresmikan pada 2023 sebagai bagian dari ekspansi awal Neta di Tanah Air.
Dalam keterangannya, Brand PR & Digital Manager Neta Auto Indonesia, Frietz F Roboth, menyatakan bahwa penutupan dealer ini merupakan langkah strategis berdasarkan evaluasi bisnis yang mendalam.
“Penyesuaian operasional pada dealer NETA NEV Kelapa Gading merupakan bagian dari keputusan strategis yang diambil berdasarkan pertimbangan bisnis yang telah dikaji secara menyeluruh,” ungkap Frietz melalui pesan singkat, Jumat (25/4).
Baca Juga: Daftar Mobil Listrik Terbaru 2025, Mana yang Paling Dinanti?
Komitmen Layanan Neta Tetap Terjaga
Meskipun dealer Kelapa Gading resmi berhenti beroperasi, Neta memastikan bahwa seluruh hak dan layanan untuk konsumen tetap berlaku sepenuhnya.
Frietz menegaskan bahwa benefit konsumen, termasuk garansi kendaraan, layanan Emergency Road Assistance (ERA), Home Service, hingga akses riwayat servis kendaraan, tetap dapat dinikmati melalui 13 jaringan dealer resmi Neta yang tersebar di Indonesia.
“Keputusan ini merupakan hasil kesepakatan bersama kedua belah pihak dan tetap mengedepankan kepentingan pelanggan serta kesinambungan layanan purna jual ke depannya,” tambah Frietz.
Lebih lanjut, Neta menegaskan bahwa langkah ini tidak memengaruhi komitmen mereka untuk mendukung pertumbuhan industri kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
“Kami tetap berkomitmen penuh untuk menghadirkan produk dan layanan terbaik bagi masyarakat Indonesia, serta terus memperkuat jaringan dan kehadiran kami secara nasional,” tegasnya.
Isu Krisis Keuangan Menghantui Neta
Penutupan dealer ini muncul di tengah kabar kurang sedap yang menerpa Neta secara global. Diketahui, Neta saat ini sedang menghadapi tekanan finansial serius di Tiongkok.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa tim R&D Neta di China telah dibubarkan, terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan, gaji dipotong, hingga masalah pembayaran pesangon. Tak hanya itu, pemasok komponen bahkan dikabarkan sempat melakukan aksi protes ke kantor pusat Neta di Shanghai akibat tunggakan pembayaran.
Namun demikian, Neta Auto Indonesia dengan tegas menyatakan bahwa dinamika di China tidak akan memengaruhi operasional dan layanan mereka di Indonesia. Mereka mengklaim kondisi tersebut merupakan bagian dari langkah efisiensi perusahaan.
Penutupan dealer pertama Neta di Indonesia lebih merupakan langkah strategis internal daripada akibat langsung krisis global yang menimpa Neta di China. Dengan 13 dealer aktif yang masih beroperasi, Neta tetap bertekad mempertahankan komitmennya terhadap pasar mobil listrik nasional.






More Stories
5 Mobil Listrik Terbaru 2025, Mana yang Paling Dinanti?
10 Kesalahan Umum Pemilik Mobil yang Bikin Dompet Jebol
Ini Perbedaan Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo