Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja Libatkan Tim Produksi dan Presenter
02 Mei 2025 – PHK Massal di Kompas TV, Program Kompas Sport Pagi Resmi Dihentikan. Dunia pertelevisian nasional kembali diguncang kabar mengejutkan. Kompas TV resmi melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap tim redaksi dan produksi program Kompas Sport Pagi pada hari Rabu (30/4/25), salah satu tayangan olahraga unggulan mereka setelah 12 tahun penayangan.
Informasi ini langsung menjadi sorotan di kalangan media dan masyarakat setelah terutama pencinta berita olahraga nasional. Kabar perpisahan ini langsung disampaikan oleh presenter Kompas Sport Pagi, Ghita Nila Maharkesri pada siaran terakhirnya.
Program Kompas Sport Pagi Resmi Tak Tayang Lagi
Program Kompas Sport Pagi dikenal sebagai tayangan berita olahraga yang konsisten menyajikan informasi terkini seputar sepak bola nasional, internasional, dan cabang olahraga lain. Namun per April 2025, program ini tidak lagi tayang dalam jadwal resmi Kompas TV.
Dari informasi internal yang dihimpun, keputusan penghentian program disertai dengan PHK terhadap hampir seluruh kru, mulai dari produser, presenter, hingga tim kreatif. Sumber internal menyebutkan bahwa alasan utama adalah efisiensi dan restrukturisasi bisnis di tubuh Kompas TV, dan perubahan strategi konten di tengah penurunan pendapatan iklan.
Reaksi Publik dan Dunia Jurnalisme Olahraga
Langkah ini menuai respons beragam, terutama dari insan media dan jurnalis olahraga. Banyak yang menyayangkan hilangnya salah satu ruang penyiaran olahraga yang edukatif dan terpercaya. Di media sosial, tagar #KompasSportPagi sempat trending sebagai bentuk dukungan dari masyarakat.
Selain memicu perbincangan soal masa depan jurnalisme olahraga di Indonesia, fenomena ini juga menyoroti tantangan industri televisi konvensional di tengah persaingan ketat dengan media digital dan platform streaming.
Masa Depan Jurnalisme Olahraga di Indonesia
Dengan penghentian program ini, muncul pertanyaan besar: kemana arah jurnalisme olahraga Indonesia selanjutnya? Banyak pihak berharap agar media besar tetap memberi ruang bagi konten olahraga berkualitas, baik di TV maupun platform digital.
Sementara itu, para jurnalis yang terdampak PHK dikabarkan tengah mencari peluang di media online atau membuka kanal olahraga independen melalui YouTube dan media sosial.






More Stories
Bupati Karo & Dandim 0205/TK Resmi Launching Perdana SPPG, Perkuat Program Gizi Nasional di Tanah Karo
Eyang Meri Hoegeng Wafat di Usia Seabad
Perjuangan di 80 Tahun Indonesia Merdeka