April 7, 2026

dr. Steffanus Sumarsono, MM Lulus dari PPNK Angkatan 219 Lemhannas RI

dr. Steffanus Sumarsono berjabat tangan dengan perwira tinggi TNI dalam seremoni penutupan Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan 219 Lemhannas RI.

dr. Steffanus Sumarsono, MM menerima penghargaan sebagai alumni PPNK Lemhannas RI Angkatan 219, menandai komitmennya dalam mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan ke dalam dunia kesehatan dan pelayanan publik.

Direktur Rumah Sakit dan Aktivis Sosial yang Kini Jadi Alumni Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas

22 Juni 2025 – Nama dr. Steffanus Sumarsono, MM resmi tercatat sebagai alumni Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Lemhannas RI Angkatan 219, sebuah program strategis yang bertujuan memperkuat integritas, wawasan kebangsaan, dan kepemimpinan nasional lintas sektor.

Dikenal sebagai Direktur RS Yadika Pondok Bambu, dr. Steffanus bukan hanya pemimpin institusi kesehatan, tetapi juga aktivis sosial dan rohaniawan awam aktif di Keuskupan Agung Jakarta. Ia menyatakan, PPNK menjadi titik penting dalam memperdalam kesadarannya tentang nasionalisme kontekstual yang bisa diterapkan dalam sektor kesehatan dan pelayanan publik.

Latar Belakang Pendidikan dan Keluarga

Lahir di Jakarta, 10 Mei 1988, dr. Steffanus menyelesaikan pendidikan dokter umum di Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya (2006–2011) dan saat ini tengah menempuh Magister Manajemen Rumah Sakit di Universitas Satya Negara Indonesia (2023–2025).

Ia menikah dengan dr. Yunny Mandasari, dan dikaruniai empat anak: Lionel Lie, Renata Lie, Benaya Lie, dan Darius Lie. Saat ini tinggal di Jl. Bidara IV No. 20, Kelurahan Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat.

Jejak Karier Profesional: Dari Dokter Umum hingga Direktur RS

Karier medisnya dimulai di RS Bhayangkara Polda Lampung (2012), kemudian Puskesmas Way Kandis, dan berlanjut di RS Karang Tengah Medika, tempat ia naik dari dokter umum hingga Wakil Direktur Medik & Keperawatan.

Sejak 2018, ia memimpin RS Yadika Pondok Bambu sebagai Direktur, dengan pengalaman manajerial dan kepemimpinan yang terbukti dalam peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

Aktif di Organisasi dan Sosial Gereja

dr. Steffanus juga aktif di berbagai organisasi:

  • Ketua Forum Kesehatan Dekenat Barat 1, Keuskupan Agung Jakarta
  • Anggota Komisi Kesehatan KAJ
  • Pengurus ARSADA DKI Jakarta
  • Surveior Lembaga Akreditasi Rumah Sakit
  • Ketua Seksi Kesehatan Paroki Kristus Salvator
  • Prodiakon aktif sejak 2016
  • Terlibat dalam baksos KKIT (Kerabat Kerja Ibu Theresa), serta pelatihan-pelatihan profesional medis

Refleksi atas PPNK 219 Lemhannas RI

Sebagai peserta PPNK 219, dr. Steffanus menekankan pentingnya integrasi nilai Pancasila dalam pelayanan. Selain itu, ia juga menyoroti peran kebhinekaan dalam sektor kesehatan. Menurutnya, pelayanan publik harus mencerminkan semangat persatuan dan kesetaraan. Karena itu, tenaga medis perlu memahami konteks sosial dan budaya masyarakat. Dengan demikian, kualitas layanan kesehatan bisa meningkat secara adil dan berkelanjutan.

“PPNK membekali saya dengan perspektif baru. Menjadi pelayan masyarakat bukan hanya urusan medis, tapi juga tentang menjunjung tinggi integritas kebangsaan, toleransi, dan semangat gotong royong,” ungkap dr. Steffanus Sumarsono.

Ia juga menilai bahwa tenaga medis dan manajemen rumah sakit memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga keutuhan bangsa, terutama dalam menghadapi krisis kesehatan atau darurat bencana.

Langkah ke Depan: Integrasi Nilai Kebangsaan dalam Layanan Kesehatan

Sebagai alumni PPNK Lemhannas RI, dr. Steffanus berkomitmen untuk:

  • Mendorong penguatan kebijakan rumah sakit berbasis nilai-nilai Pancasila
  • Membina tenaga kesehatan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga berwawasan kebangsaan
  • Menjadi jembatan antara pelayanan medis dan pembentukan karakter masyarakat