triplesixnews – Film berjudul “NIA” menjadi sorotan publik setelah kisah tragis yang diangkatnya kembali mencuat di masyarakat. Film ini menceritakan kejadian nyata yang menimpa Nia Kurnia Sari, seorang gadis penjual gorengan berusia 18 tahun asal Kayu Tanam, Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang menjadi korban pembunuhan dan pemerkosaan secara keji pada 2024 lalu.
Kisahnya yang memilukan membuat banyak penonton ikut merasakan duka mendalam. Selain mengungkap tragedi kemanusiaan, film ini juga menjadi pesan kuat tentang perlindungan perempuan, kejahatan seksual, dan keadilan.
Diangkat dari Kisah Nyata Gadis Penjual Gorengan
Dalam film produksi Smaradana Pro dan 786 Production ini, Nia digambarkan sebagai remaja yang sholehah, rajin, dan menjadi tulang punggung keluarga. Ia membantu ibunya, Eli, yang menderita penyakit tiroid, serta kedua saudaranya, Rini dan Mayang.
Ayahnya, Asril, telah berpisah dan tinggal di Dumai bersama anak laki-lakinya yang lain. Meski hidup dalam kondisi terbatas, Nia tetap bekerja keras berjualan gorengan setiap hari untuk menghidupi keluarga.
Namun petaka datang ketika Nia pulang berjualan saat hujan turun dan melewati jalur sepi di tepi hutan. Di sanalah ia diserang oleh Andri, pemuda pengangguran sekaligus residivis dari kampung sebelah.
Menurut data resmi film NIA, Andri membekap, membunuh, dan memerkosa Nia sebelum mengubur jasadnya di tepi sungai irigasi.
Pencarian Nia Digelar Warga dan Polisi
Sehari setelah Nia tidak pulang, warga geger dan melakukan pencarian besar-besaran. Makwo, seorang tokoh masyarakat yang juga diperankan oleh Neno Warisman, menjadi sosok yang sangat berperan dalam pencarian tersebut.
Tiga hari kemudian, jasad Nia ditemukan terkubur di pinggir aliran sungai. Suasana duka menyelimuti Kayu Tanam. Keluarga Nia histeris mengetahui akhir tragis yang menimpa gadis mereka.
Pelaku Kabur dan Dihantui Rasa Bersalah
Setelah melakukan aksinya, Andri melarikan diri. Namun dalam pelariannya, ia diceritakan terus dihantui rasa bersalah dan ketakutan. Sementara itu, kekasih Nia yang digambarkan menderita sakit jantung berusaha menerima kenyataan bahwa gadis yang ia cintai telah tiada.
Kisah ini digarap dengan pendekatan dramatis oleh sutradara Aditya Gumay dan Ronny Mepet, yang sekaligus ingin menyampaikan pesan moral tentang pentingnya keamanan perempuan dan hukuman tegas bagi pelaku kekerasan.

Para Pemain Film NIA
Film ini diperankan oleh sejumlah aktor dan aktris berbakat, di antaranya:
- Syakira Humaira sebagai Nia Kurnia Sari
- Qya Ditra sebagai Andri (pelaku)
- Helsi Herlinda sebagai Eli (ibu Nia)
- Zainal Chaniago sebagai Asril (ayah Nia)
- Neno Warisman sebagai Makwo
- Aisyah sebagai Mayang
- Eka Maharani sebagai Rini
Penampilan para pemain dalam film ini menuai banyak pujian karena berhasil menampilkan emosi mendalam dari setiap karakter.
Keluarga: “Nia Akan Jadi Kenangan Abadi”
Keluarga Nia berharap film ini dapat menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah mengenai betapa rentannya perempuan terhadap kekerasan. “Nia akan menjadi kenangan abadi. Semoga kisah ini membuka mata banyak orang,” demikian pesan keluarga seperti tertulis dalam materi resmi film NIA.
Film ini bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk perjuangan untuk menuntut keadilan bagi korban kekerasan seksual dan pembunuhan.






More Stories
Nobar Film “Insya Allah Berkah” di XXI Cibinong City Mall: Meriah Bersama GOW dan Ibu Bupati Bogor
Rapat Persiapan Nobar Film “Insya Allah Berkah” di Bogor Bersama GOW
Tiket Film “Insya Allah Berkah” Ludes di BTM Bogor