JAKARTA, TRIPLESIXNEWS.com — Penyanyi sekaligus pengacara Lissa V memperluas kiprahnya di industri musik Indonesia. Setelah sempat mengurangi aktivitas bermusik untuk menyelesaikan pendidikan Magister Kenotariatan, Lissa kembali aktif bermusik dan mengawali 2026 dengan tampil di Mega Wedding Singapore Expo di Singapura.
Penampilan yang berlangsung pada 9–11 Januari 2026 tersebut menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan karier Lissa V. Di hadapan penonton Singapura, ia membawakan dua lagu, yakni “Kelingan Mantan” dan “Ngapurane Awakku”.
Penampilan tersebut juga menjadi kesempatan bagi Lissa untuk memperkenalkan karya musik Indonesia, khususnya dangdut dengan lirik berbahasa Jawa, kepada penonton di luar negeri.
Media nasional RRI menyebut penampilan Lissa V di Mega Wedding Singapore Expo sebagai salah satu langkah membawa musik dangdut Indonesia ke panggung internasional. Kehadirannya di acara tersebut berawal dari undangan Wedding Expo Singapore yang bekerja sama dengan Intermodel Jakarta.
“Tentu saja sangat senang dan bangga sekali, karena bisa go international, bukan hanya sebagai artis nasional saja,” ujar Lissa V seperti dikutip RRI.
Dari Pendidikan Hukum Kembali ke Musik
Perjalanan Lissa V menuju panggung internasional tidak berlangsung secara instan.
Pada 2024, Lissa mengurangi aktivitas bermusik untuk menyelesaikan pendidikan S2. Nama lengkapnya, Lissa Rochmilayali, tercatat menyelesaikan pendidikan Magister Kenotariatan di Universitas Jayabaya Jakarta dengan predikat cumlaude dan diwisuda pada 8 Oktober 2024.
Pilihan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan dan profesi hukum tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
Jejak Lissa sebagai advokat juga tercatat dalam dokumen Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. Nama Lissa Rochmilayali, S.H. tercantum sebagai advokat dan konsultan hukum pada Achmad Rifai & Partners dalam perkara yang tercatat di Mahkamah Konstitusi.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Lissa kembali memberikan perhatian lebih besar kepada dunia musik.
Pada 2025, ia merilis karya “Kelingan Mantan”. Berdasarkan catatan Apple Music, Kelingan Mantan – EP dirilis pada 27 Juni 2025 dan berisi lima lagu.
“Kelingan Mantan” Dibawa ke Singapura
“Kelingan Mantan” menjadi salah satu lagu yang dibawakan Lissa ketika tampil di Singapura.
Lagu tersebut diciptakan oleh Khaerul Anwar alias Irul, sementara “Ngapurane Awakku” merupakan karya Lissa sendiri yang terinspirasi dari pengalaman pribadinya.
Penampilan di Singapura menjadi pengalaman penting bagi Lissa. Sambutan penonton yang ikut bernyanyi dan memberikan tepuk tangan menunjukkan adanya respons positif terhadap musik yang dibawakannya.
Bagi Lissa, pengalaman tersebut bukan hanya soal tampil di luar negeri, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan karakter musik Indonesia kepada audiens internasional.
Ia kemudian mulai melihat peluang untuk membawa karya musiknya ke pasar yang lebih luas, termasuk kawasan Asia Tenggara.
RRI juga mencatat adanya target Lissa untuk mengembangkan kolaborasi internasional sekaligus memperluas pasar musiknya.
Tetap Menjalani Profesi sebagai Lawyer
Hal menarik dari perjalanan Lissa V adalah kemampuannya menjalankan dua bidang profesi sekaligus, yakni sebagai penyanyi dan pengacara.
Di satu sisi, ia tetap menjalankan profesi hukum. Di sisi lain, ia terus mengembangkan karier dan karya di industri musik.
Aktivitas keduanya diatur berdasarkan waktu. Kegiatan bernyanyi lebih banyak dilakukan pada akhir pekan, sedangkan aktivitas sebagai pengacara dijalankan pada awal pekan dengan menyesuaikan agenda yang ada.
Bagi Lissa, profesi hukum dan musik bukan dua pilihan yang harus dipertentangkan.
Keduanya justru menjadi bagian dari perjalanan dirinya. Pendidikan hukum memberikan fondasi profesional, sementara musik menjadi ruang untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia.
Singapura Jadi Langkah ke Panggung Lebih Luas
Penampilan di Mega Wedding Singapore Expo menjadi salah satu momentum yang menandai babak baru perjalanan Lissa V.
Setelah menyelesaikan pendidikan tinggi dan kembali aktif menghasilkan karya, ruang gerak Lissa kini tidak hanya berada di panggung nasional.
Kehadirannya di Singapura memperlihatkan peluang bagi musisi Indonesia untuk membawa karya dengan karakter lokal ke audiens yang lebih luas.
Dari dunia hukum ke panggung musik, Lissa V membangun perjalanan karier dengan dua identitas yang berjalan beriringan: lawyer sebagai profesi dan musik sebagai ekspresi.
Singapura menjadi salah satu panggung yang menandai langkahnya untuk membawa dangdut Indonesia lebih jauh ke ranah internasional.